PENGAKUAAN BUPATI BANTUL HINGGA SAAT INI MASIH DI TEKAN OLEH SEJUMLAH PIHAK

Bupati Bantul, Suharsono, mengaku sampai saat ini masih ditekan sejumlah pihak, yang menginginkan dana hibah Persiba Bantul mengendap di kas daerah senilai Rp 11,6 miliyar dikembalikan. Namun Suharsono mengaku tak bergeming sebelum kepastian hukum terkait pencarian dana tersebut.

Untuk itu, dia mengaku sudah menulis surat ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY, untuk mendapat kepastian hukum.

Tatkala muncul surat balasan dari BPKP DIY, dan disebutkan dana tersebut bisa dikembalikan, Suharsono mengaku tak bakal mempersulit pencairan. Karena uang tersebut bukan milik pemkab, tapi selama ini mengendap di kas daerah. “Saya sudah menulis surat ke BPKP, satu lagi ke Mendagri. Tapi satu saja, BPKP sudah cukup,” lugasnya.

Suharsono melanjutkan, surat keterangan dari BPKP DIY menjadi penting. Lantaran, kalau hanya mendapat arahan dari gubernur atau Mendagri, yang menyebut uang tersebut dapat dikeluarkan, dasar hukumnya disebut belum kuat.

Sebab itu, pihaknya mengaku belum akan mengeluarkan dana tersebut. Meskipun dapat tekanan dari sejumlah pihak, yang menginginkan agar dana tersebut dikembalikan ke pengirimnya.

“Yang jelas saya membutuhkan kepastian hukum. Kalau ada yang protes dari warga, ahli hukum, atau LSM. Silakan tunjukkan suratnya,” tantangnya.

Jika surat balasan dari BPKP keluar, Suharsono mengaku bakal segera berkoordinasi dengan DPRD Bantul. Sehingga ada kesepahaman antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Bantul.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s