CERITA HOROR | JIKA KALIAN TIDAK KUAT JANGAN DI BACA YAH , NANTI TIDAK BISA TIDUR .

CERITA HOROR 

Assalamualaikum semuanya, perkenalkan nama saya Fikky. Saya mau berbagi kisah misteri yang saya alami pribadi nih. Jadi ceritanya waktu tahun 2009 Ibu saya membeli sebuah rumah baru di bilangan Cikarang.

Karna pada waktu itu rumah lama yang saya tempati akan kena penggusuran untuk dibangun sebuah apartemen di bilangan Bekasi. Singkat cerita, kami sekeluarga datang untuk melihat rumah baru kami yang telah rampung 100%.

Semua anggota keluarga kami mulai dari Ayah, Ibu, serta kakak perempuan saya pada di dalam untuk membersihkan rumah tersebut. Tetapi saya di suruh ayah saya untuk membersihkan bagian halaman luar. Di saat saya sedang asyik beres-beres HP saya berdering ada pesan masuk dari pacar saya.

Setelah saya membaca pesan, saya berinisiatif untuk memotret rumah baru saya untuk memberikan foto tersebut ke saudara saya yang ada di kampung. Setelah saya lihat hasilnya ada yang aneh pada bagian jendela kamar Ibu & Bapak saya tersebut.

Karna jendela tersebut menghadap bagian pagar rumah saya. Setelah saya zoom ternyata ada penampakan sosok anak kecil rambutnya panjang di kuncir, seperti gaya anak pada era tahun 90an ke bawah. Sosok tersebut badannya ke samping tetapi tatapan matanya seperti melihat ke arah saya.

Tapi saya harus menenangkan diri untuk tidak panik, apalagi kakak sama ibu saya orangnya penakut, beda dengan saya & ayah saya yang berani menghadapi hal seperti itu. Seiring berjalannya waktu kami menempati rumah tersebut dengan mempunyai teman-teman tetangga baru yang ramah-ramah.

Pernah di suatu malam di saat semua anggota keluarga saya menginap di rumah tante saya, saya sendiri di rumah. Berbagai gangguan mulai dari ada suara gaduh di lantai 2. Suara yang memanggil-manggil saya di halaman depan, TV yang suka mati atau nyala sendiri & bervolume keras, serta ada sekelebatan bayangan-bayangan putih melesat dengan cepat di kamar saya, ruang keluarga, serta dapur.

Karna saya suka ditinggal seorang diri di rumah & anggota keluarga saya sangat sering keluar rumah sampai tidak pulang dengan urusan bisnisnya. Sempat waktu itu saya mengajak teman kuliah saya untuk menginap di rumah saya. Dia namanya Agus. Dia juga seperti saya yang ngga peduli hal seperti itu.

Jadi ceritanya saya ama Agus pulang kuliah sampe rumah saya jam 11 malam. Lalu si Agus dateng langsung setel TV sambil makan mie goreng & saya langsung masuk ke kamar saya untuk istirahat. Di saat Agus sedang asyik nonton TV tiba-tiba seperti ada suara orang “Assalamuallaikum”.

Lalu Agus jawab “Walaikumsallam” sambil membuka pintu. Dan ternyata pada saat dibukakan pintu dia kaget gga ada orang sama sekali di luar. Lalu dia membangunkan saya dan menceritakan apa yang dia alami barusan. Saya katakan saja “Mau kenalan kali, Gus ama lu”.

Lalu Agus jawab “Iya kali ya, mau kenalan ama gue. Kalo cewenya cakep gue mau deh”.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidur, sedangkan Agus tidur di kamar ibu saya. Saya percaya ama Agus karna dia anaknya ngga panjang tangan makanya saya memutuskan agar dia tidur di kamar ibu saya.

Sekitar jam 3 pagi saya & Agus mendengar ada suara perempuan menangis di ruang TV. Kamar saya sama Agus itu bersebelahan yang dekat dengan ruang tv. Tangisannya lumayan kenceng serta sayup-sayup yang sangat sedih sekali.

Saya pikir mana ada perempuan nangis jam segini. Lama kelamaan nangisnya pindah ke halaman depan tapi kami menghiraukan begitu saja. Pada keesokan paginya kami bercerita sambil sarapan pagi dengan nasi uduk yang beli di ujung gang sana. Lalu saya bertanya ” Gus semlam lu denger suara cewe nangis ngga?”

Agus menjawab “Iya gue denger, gw langsung baca-bacaan aja. Tadinya gue mau pindah ke kamar lu, takutnya nanti dia ada di depan pintu gimana. Udah gitu gw masa bodoin aja hal yang kaya gitu, mending gue tidur lagi aja. Pas gw udah agak pules tidurnya, gue digangguin ama cewe kaya narik-narik gue gitu. Trus gue bangun langsung gue minum aja air yang gue bawa dari kulkas sebelum tidur. Dari situ gue udah ngga bisa tidur lagi Ky. Gue tungguin aja sampe adzan subuh, baru deh gue keluar kamar mau nanyain ama lu arah kiblat itu di mana.”

Sambil merinding saya denger kisah si Agus.

Kalo pengalaman ayah saya ceritanya kan ayah baru pulang kerja. Trus saya inisiatif untuk menyuruh ibu saya ngumpet di lantai 2 agar seolah-olah ibu saya pergi ama temen SMA-nya reunian dari pagi biar ayah saya marah-marah. Belum juga marah-marah ibu saya langsung turun perlahan-lahan dari tangga karna sudah masuk adzan magrib untuk menunaikan solat magrib. Pas ibu saya turun dari tangga & ayah saya melihat seperti bukan wajah ibu saya tetapi berparas muka yang pucat sambil menunduk, rambut panjang urakan. Apalagi ibu saya itu rambutnya pendek sebahu. Lalu ayah saya mengatakan “Itu muka mu kenapa kok seperti itu kaya kuntilanak.”

Lalu ayah saya mendengar seperti ibu saya ketawa cekikikan, padahal saya & ibu saya tidak mendengar ketawa tersebut. Saking takutnya, ibu saya turun dari tangga berlari ke bawah karna ibu saya merasakan ada yang aneh dengan tatapan ayah saya. Setelah ibu saya sudah sampai lantai dasar ayah menceritakan semuanya dan langsung bergegas ke lantai atas untuk menantang makhluk halus tersebut. Tetapi tidak ada sesuatu hal yang terjadi.

Tipikal ayah saya itu orangnya ngga percaya ama kaya gituan. Malah sempat terucap “Kalo setannya ketangkep mau ayah kawinin aja untuk jadi istri ke-2”. Hehheheheee…

Dan keesokan harinya ibu saya mengontak teman lama nya sewaktu masih bekerja dulu. Dan datang lah beliau yang biasa saya panggil Om Holl. Om Holl itu seorang pria, teman ayah saya juga. Dia itu mengerti hal-hal yang mistis. Setelah diceritakan semuanya panjang lebar oleh ibu saya akhirnya Om Hall itu memutuskan untuk naik ke lantai 2 seorang diri.

Agak lumayan lama sekitar 20 menit lebih dia di sana. Setelah turun dari lantai 2 ternyata dia berinteraksi dengan makhluk gaib itu. Katanya “Penunggu di sini itu sekeluarga ada 5. Ada yang gigi nya caling panjang ke bawah itu yang paling iseng, ada kuntilanak, ada anak kecil, ada kakek-kakek dan 1 lagi semacam kaya siluman.”

Trus om Hall mengatakan lagi “Udah ngga usah takut, dia hanya berkenalan saja dengan kalian sebagai orang baru di sini. Makanya rumah sering dingajiin ama disolatin. Kita ngga boleh takut ama dia tapi kita harus takut ama Allah. Karna derajat manusia lebih tinggi dari pada setan. Om juga udah memberikan ultimatum sama hantu tersebut agar jangan suka mengganggu keluarga ini. Kalo masih ganggu juga akan om usir dengan cara mistis”.

Setelah dengar ucapan Om Hall tersebut ternyata saya jadi tau kalo kita ini hidup berdampingan antara alam nyata dan alam gaib. Yang penting kita jangan saling ganggu, masing-masing alamnya aja.

Tambahan: Ditambah lagi, selama saya menulis artikel ini ada saja interaksi dari dunia gaib. Barusan belum lama pada saat menulis cerita di pertengahan saya mendengar suara kucing di lantai 2, padahal saya tidak memelihara kucing serta di dapur ada seperti benda jatuh. Setelah saya hampiri tidak ada suatu benda yang jatuh.

Itulah pengalaman pribadi saya, kisah yang saya buat ini adalah real fakta. Thx

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s